Gaya Hidup Sehat atau Pola Hidup Sehari - hari

Kolesterol yang tinggi (hiperkolesterolemia) memang tidak terlihat dan seringkali tidak bergejala, kecuali dengan melakukan Check Up (periksa darah) secara berkala paling tidak 6 bulan sekali setelah berkonsultasi kesehatan dengan dokter.

Namun demikian kolesterol harus tetap di kontral dengan memiliki gaya hidup yang sehat seperti : diet rendah lemak, berhenti merokok, berat badan yang seimbang, dan olah raga teratur. Jika segala upaya yang telah dilakukan tidak lagi membuahkan hasil, maka obat dapat dijadikan sebagai alternatif senjata pamungkas.

Diet Rendah Lemak

Mengontrol kolesterol bukan artinya tidak bisa makan enak, tetapi mengurangi atau bahkan menghindari makanan berlemak. Di dalam makanan terdapat 3 macam lemak yakni :

Saturated (lemak jenuh)

Lemak ini terdapat di makanan seperti kuning telur, jerohan, dan otak sapi. Sebaiknya makanan seperti ini harus di hindari.

Monounsaturated (lemak tidak jenuh dengan rantai tunggal)

Lemak in terdapat di makanan seperti udang dan kepiting. Makanan ini masuk boleh di konsumsi dengan jumlah yang terbatas.

Poliunsaturated (lemak tak jenuh ganda)

Lemak ini terdapat di makanan seperti ikan yang berasal dari laut dalam (tengiri dan tuna) yang mengandung minyak tak jenuh ganda serta Omega 3. Makanan seperti ini hendaknya banyak dikonsumsi, karena dapat membantu menaikkan HDL kolesterol (kolesterol baik) dan menurunkan LDL kolesterol (kolesterol jahat)

Idealnya, konsumsi makanan kita mengandung lemak di bawah 30%, karbohidrat 50-60% dan protein 20%. Usahakan jangan mengkonsumsi makanan berkolesterol sampai lebih dari 300 mg setiap hari.

Beberapa contoh tips untuk melakukan program diet dengan baik :
1. Baca label makanan dan minuman yang anda beli untuk menentukan pilihan yang terbaik
2. Tidak meminum lebih dari 2 gelas minuman beralkohol dalam sehari.
3. Batasi porsi makanan anda
4. Pilih produk-produk non-fat
5. Kurangi penggunaan garam dalam makanan hindari makanan yang asin. Terlalu banyak garam dapat meningkatkan takanan darah anda.
6. Konsultasikan dengan dokter anda sebelum memulai program diet.

Hentikan Merokok

Merokok adalah kebiasaan buruk yang dapat memicu penebalan atau penyempitan pembuluh darah.

Asap rokok mengandung nikotin yang memacu pengeluaran zat-zat seperti adrenalin, yang merangsang peningkatan denyut jantung dan tekanan darah.

Asap rokok juga mengandung karbon mono-oksida (CO) yang memiliki kemampuan jauh lebih kuat daripada sel darah merah (hemoglobin) untuk menyerap oksigen. CO menurunkan kapasilitas sel darah merah membawa oksigen ke jaringan-jaringan termasuk jantung. Hal ini perlu diperhatikan terutama bagi penderita PJK, karena pembuluh darahnya sudah terdapat plak dengan aliran darah yang sudah sangat berkurang.

Perokok, 2-3 kali lebih mungkin terkena stroke dibanding mereka yang tidak merokok dan umumnya mengalami penyumbatan arteri di kaki yang sering mengakibatkan kejang pada waktu olahraga.

Stop merokok dan gunakan diary kolesterol untuk membantu mengkontrol kolesterol anda.

Berat Badan Seimbang

Kegemukan mendorong timbulnya faktor risiko lain seperti diabetes, hipertensi, yang pada taraf selanjutnya meningkatkan risiko PJK.

Berat badan dikatakan ideal bila berat badan untuk tinggi badan tertentu secara statistik dianggap paling baik untuk menjamin kesehatan.

Penilaian berat badan perlu mempertimbangkan tinggi badan, bentuk kerangka, proposi lemak, otot dan tulang.

Olahraga Teratur

Olahraga baik untuk kesehatan tubuh. Tetapi olahraga apa yang dapat secara efektif membantu menurunkan kadar kolesterol?

Olahraga yang efektif adalah yang melibatkan otot-otot besar tubuh seperti paha, lengan atas serta pinggul..

Lakukan senam aerobic, jalan kaki, berenang, jogging, bersepeda, atau sejenisnya paling tidak tiga kali seminggu masing-masing 1 jam.. 5-10 menit pertama digunakan untuk pernapasan, 30 menit untuk olahraga dan 10 menit terakhir untuk pendinginan.

Bagi yang telah menginjak usia setengah baya keatas, sebaiknya memeriksakan dirinya ke dokter terlebih dahulu agar mengetahui apakah ada penyakit yang diderita seperti hipertensi , PJK atau diabetes, sehingga bentuk/ jenis olahraganya dapat disesuaikan.

Semoga dengan info tersebut di atas dapat memberikan pola hidup anda lebih baik dan mencegah terjadi nya stroke atau serangan jantung.

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan Website Kolesterol itu Apa?

Apa itu Kolesterol? Fakta Kolesterol itu Apa?